8 Tips untuk Tampil Menonjol Saat Job Fair

Job fair adalah kesempatan yang baik untuk mendapatkan pekerjaan yang menjanjikan. Wajarlah jika acara ini pasti akan ramai didatangi oleh para pencari kerja. Persaingan pun ketat. Tak ayal, banyak pencari kerja yang merasa bingung bagaimana caranya untuk menonjolkan diri di antara ratusan kompetitornya. Bahkan, banyak juga pelamat yang sudah minder terlebih dahulu dalam menghadapi persaingan ini.

 

Perasaan semacam itu terutama banyak dialami oleh para fresh graduate. Merasa belum memiliki bekal pengalaman tak jarang membuat para fresh graduate merasa kesulitan untuk bisa menonjolkan diri.

 

Sebenarnya, menonjolkan diri dalam sebuah job fair bukanlah hal yang begitu sulit. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda praktekkan:

 

  1. Cari Tahu Siapa Saja yang Akan Ada di Sana

 

Sejak beberapa hari aebelum tanggal job fair tiba, galilah informasi mengenai perusahaan-perusahaan apa saja yang akan membuka stand di job fair tersebut. Jika memungkinkan, pastikan mana-mana saja yang menawarkan lowongan yang cocok untuk Anda. Pelajari lebih lanjut tentang beberapa perusahaan yang menjadi incaran Anda, baik itu dari website resmi mereka maupun forum-forum terbuka.

 

Dengan menguasai gambaran umum tentang perusahaan, Anda akan terkesan memiliki minat terhadap perusahaan di mata rekruiter. Sebaliknya, pelamar yang tampak bingung dan kurang informasi akan terkesan hanya asal-asalan mendaftar kerja.

 

  1. Bawa Segala yang Diperlukan, Namun Jangan Berlebihan

 

Salah satu kesalahan fatal yang dilakukan pencari kerja saat job fair adalah tidak membawa kelengkapan dokumen yang diperlukan. Untuk itu pastikan Anda sudah menyiapkan segalanya, baik lembaran asli maupun kopiannya. Untuk kopian dokumen, siapkan dalam jumlah yang agak dilebihkan untuk berjaga-jaga. Hal itu jauh lebih aman daripada nanti kekurangan di sananya.

 

Namun, hindari datang dengan ransel yang besar dan berat karena hanya akan membuat Anda susah bergerak dan tampak kurang profesional. Untuk itu, tinggalkan laptop Anda di rumah. Bila ada data-data yang sekiranya penting, simpan saja dalam perangkat hard disk.

 

Bawalah tas yang ringan saja berisi alat tulis dan barang-barang kecil lainnya yang diperlukan. Siapkan juga sebuah folder untuk menyimpan CV dan dokumen-dokumen lain yang diperlukan agar tetap rapi dan mudah dikeluarkan saat diperlukan.

 

  1. Perhatikan Pakaian Anda

 

Dress for success. Berpakaianlah untuk sukses. Karena bagaimanapun, penampilan Anda-lah yang akan meninggalkan kesan pertama bagi rekruiter. Namun jangan salah sangka, bukan pakaian mahal yang bisa membuatmu menonjol secara positif. Tapi kerapian dan ketepatan berbusana.

 

Dalam hal ini, Anda perlu mengenakan pakaian yang sesuai dengan pekerjaan impian Anda. Bila mengincar posisi di perbankan, tentu Anda akan memerlukan kemeja lengan panjang dan dasi yang rapi. Bila pekerjaan Anda di industri kreatif, kenakan pakaian berwarna yang nampak “smart” namun tetap formal.

 

Pastikan potongan baju Anda muat di badan, tidak kedodoran atau kesempitan. Perhatikan jangan sampai ada noda, kusam, atau bagian baju yang robek walaupun sekilas tak terlihat. Dan pastinya, baju harus sudah disetrika rapi. Kesempurnaan kerapian dan kebersihan sangatlah penting.

 

  1. Atur Strategi untuk Berkeliling

 

Anda perlu mendatangi stand sebanyak mungkin. Namun, jangan terburu-buru. Tanpa pertimbangan yang matang, bisa jadi energi dan waktu Anda akan terbuang secara tidak efektif. Bahkan, ini bisa membuat Anda gampang gugup dan kurang konsentrasi karena pikiran Anda bercabang.

 

Ketika memasuki ruangan job fair, arahkan pandangan Anda mengelilingi ruangan. Diam sejenak sembari mengatur strategi. Tentukan stand mana-mana saja yang ingin Anda datangi. Lalu aturlah stand mana yang akan Anda datangi dahulu. Hindari mendatangi stand yang terlalu ramai di awal agar waktumu tak habis duluan untuk mengantri.

 

Untuk setiap kunjungan stand, prediksikan berapa lama waktu yang akan Anda habiskan untuk setiap stand. Usahakan semuanya berjalan sesuai rencana, namun juga jangan terlalu terpaku. Siapkan diri untuk bersikap lebih fleksibel tanpa terlalu mengacaukan rencana awal.

 

  1. Serahkan CV pada Saat yang Tepat

 

Jika Anda berkesempatan untuk berbicara langsung dengan pihak rekruiter, segeralah serahkan CV kepadanya sedari awal percakapan. Hal ini akan menggiring topik obrolan ke CV Anda. Sebagian besar pencari kerja membuat kesalahan dengan menyerahkan CV justru di akhir percakapan. Padahal, seringkali percakapan terputus di tengah jalan akibat sibuknya rekruiter sehingga mereka tak sempat memperhatikan CV Anda. Bila CV sudah diserahkan sejak awal, misalpun pembicaraan kalian terputus, rekruiter akan bisa melihat kembali CV Anda nantinya dan kemudian mempertimbangkan Anda sekali lagi.

Artikel lain yang harus Anda baca: 7 Contoh Surat Lamaran Kerja (Resume)

 

  1. Buat Percakapan yang Berbobot

 

Saat berbincang, hindari menanyakan hal-hal dasar tentang perusahaan, karena akan membuat Anda tampak kurang berwawasan. Itulah mengapa Anda perlu menggali informasi tentang perusahaan terlebih dahulu sebelumnya.

 

Adapun percakapan yang berbobot adalah membahas hal-hal yang lebih mendalam dan mendetail. Misalnya antara lain mengenai ritme kantor, kebijakan perusahaan, atau detail-detail mengenai proyek atau produk milik perusahaan.

 

Sangat disarankan bagi Anda untuk mempersiapkan topik ini sejak Anda mempelajari informasi perusahaan pada hari-hari sebelumnya. Dengan begitu, obrolan akan terasa lebih luwes dan Anda akan terkesan cerdas dan berwawasan.

 

  1. Perhatikan Bahasa Tubuh

 

Bahasa tubuh Anda akan sangat meninggalkan kesan, baik itu positif maupun negatif. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk tampil yakin dan percaya diri. Tatap lawan bicara Anda dan hindari gerak tubuh yang berlebihan. Jangan lupa tebarkan senyum agar menimbulkan kesan bahwa Anda tertarik dengan perusahaan dan pekerjaan tersebut.

 

Bahasa tubuh yang terlalu diam dan kaku akan mengesankan Anda kurang berminat. Namun sebaliknya jika Anda tampak terlalu menggebu-gebu, rekruit justru akan berpikir bahwa ekspresi Anda terlalu dibuat-buat.

 

  1. Minta Kontak dan Follow Up di Kemudian Hari

 

Sebagian besar pelamar kerja hanya akan meninggalkan CV dan kemudian menunggu pengumuman atau panggilan wawancara. Agar kesempatan Anda lebih besar, bersikaplah lebih proaktif. Setelah mengajukan lamaran dan berbincang sedikit, mintalah email atau nomor telepon dari pihak rekruiter. Nantinya, Anda bisa melakukan follow up berupa ucapan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan.

 

Email follow up ini sangat disarankan untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar mengharapkan pekerjaan ini. Manfaat lainnya adalah agar rekruiter mengingat kembali tentang Anda, dan mungkin akan me-review ulang lamaran yang Anda ajukan.

 

Sangat disarankan email ini jangan menggunakan kalimat standar atau template yang bisa Anda kirim ke beberapa pihak sekaligus. Personalisasikan isi setiap email agar meninggalkan kesan yang lebih menonjol.

Namun hati-hati, jangan sampai terlalu agresif saat melakukan follow up karena justru akan mengesankan bahwa Anda tidak sabaran.

 

Sebagian besar fresh graduate merasa kesulitan menonjol karena kurangnya rasa percaya diri akibat tidak memiliki pengalaman kerja. Padahal sebenarnya, pengalaman bukanlah satu-satunya hal yang menjadi perimbangan para rekruiter. Kuncinya terletak pada bagaimana Anda memaksimalkan potensi yang Anda punya.

 

Luangkan lebih banyak waktu dan usaha untuk mempraktekkan tips-tips di atas. Dijamin, Anda akan terkesan lebih professional dan menjanjikan di mata para rekruiter.

 

 


Mendaftar berlangganan buletin

Apakah kami dapat mengirimkan email berisi informasi pada anda?banyak artikel dan saran berguna seperti ini.


rekomendasi